Langsung ke konten utama.
Tampilkan transkrip

Rekaman suara adalah istilah hukum untuk sesuatu yang dihasilkan saat kamu menampilkan dan merekam suatu karya musik.

Yang dimaksud dengan karya musik adalah bagian yang tertulis, yakni lirik serta komposisi musiknya itu sendiri.

Ketika kita membahas pembagian rekaman suara, yang dimaksud adalah bagaimana pendapatan dari rekaman suara tersebut dibagi, bukan pendapatan dari karya musiknya.

Dan meskipun rekaman suara tersebut memuat karya musik di dalamnya, keduanya tetap merupakan hal yang terpisah.

Biasanya, produser dan artis akan bekerja sama secara kolaboratif untuk menghasilkan suatu rekaman suara.

Rekaman suara tersebut kemudian digandakan dalam bentuk fisik maupun digital, lalu didistribusikan melalui platform streaming dan unduhan, diputar di radio, serta tersedia di toko musik dan saluran sejenis lainnya.

Setiap kali suatu rekaman suara digunakan atau dijual melalui salah satu cara tersebut, atau melalui bentuk pemanfaatan lainnya di ruang publik atau untuk kepentingan komersial, akan timbul suatu pembayaran yang disebut royalti.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menetapkan pembagian persentase atas rekaman suara sejak awal, karena persentase inilah yang akan menentukan besaran pendapatan royalti yang diterima oleh masing-masing pihak.

Kamu juga mungkin perlu menyepakati pembagian royalti dengan produser yang berkolaborasi denganmu.

Jika ada.

Pembagian tersebut biasanya diambil dari persentase bagian pendapatan kamu, bukan dari keseluruhan pendapatan rekaman suara.

Misalnya, dibuat suatu kontrak antara kamu sebagai artis dan sebuah label rekaman.

Kontrak tersebut akan menyatakan bagian royalti masing-masing pihak dari setiap penjualan atau penggunaan.

Misalnya, 25% untuk kamu dan 75% untuk label rekaman.

Namun, besaran tersebut dapat berbeda-beda, tergantung pada struktur perjanjian yang disepakati dan jenis sumber pendapatan yang dimaksud.

Kita bahas secara lebih mendalam pada laman Royalti serta pada halaman tambahan mengenai Pembagian Rekaman Suara, yang menguraikan penjelasan tersebut untuk kamu ke dalam berbagai jenis skenario.

Apa itu pembagian hak atas rekaman suara?


3 min baca


Telusuri apa yang dimaksud pembagian hak atas rekaman, dan bagaimana pembagiannya.

Pembagian porsi adalah mekanisme pembagian kepemilikan, hak, dan pembayaran ketika terdapat lebih dari satu pemilik atas satu rekaman suara.

Perhatikan bahwa yang dijelaskan di sini khusus untuk dan bukan untuk . Kamu dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang pembagian porsi penulis lagu di topik Penulis Lagu.

Catatan singkat tentang terminologi

Istilah pembagian hak (split) dan sering digunakan di seluruh industri untuk membicarakan cara membagi kepemilikan rekaman suara di antara berbagai dan pendapatan dari penggunaan komersialnya. Secara umum, kita akan menggunakan istilah pembagian hak (split) untuk mencakup kedua penggunaan tersebut, tetapi praktiknya dapat bervariasi dalam konteks dan pasar yang berbeda.

Apa itu pembagian hak atas rekaman suara (splits)?

Pembagian porsi rekaman suara adalah persentase pembagian dan pendapatan yang dihasilkan oleh rekaman suara yang diterima oleh dan . Hal tersebut mencakup dan pendapatan lainnya.

Pembagian hak atas rekaman suara dapat bervariasi berdasarkan banyak faktor, seperti siapa yang memiliki rekaman, siapa utama atau artis pendukung, undang-undang hak cipta negara setempat yang berlaku, ketentuan kesepakatan antara semua pihak yang terlibat dalam rekaman suara, dan hak-hak apa saja yang dikelola oleh serta bagaimana pengaturannya.

Pemilik rekaman suara, seperti atau , memiliki dalam rekaman suara tersebut dan karenanya akan menerima bagian atau pembagian dari setiap pendapatan yang dihasilkan dari tersebut.

Para pelaku pertunjukan yang terlibat dalam rekaman suara biasanya akan menerima royalti untuk mereka dan dengan demikian mendapatkan bagian dari pendapatan yang dihasilkan dari penggunaan rekaman suara tersebut.

Pelajari lebih lanjut mengenai hak-hak tersebut dan bagaimana royalti dihasilkan dalam topik Mendapatkan Kredit dan Pembayaran.

Tidak ada pedoman baku mengenai bagaimana pendapatan atau royalti dari rekaman suara dibagi. LMK sering kali memiliki aturan baku, yang dalam beberapa situasi ditetapkan melalui undang-undang. Aturan-aturan ini berbeda di setiap negara. Perjanjian yang berlaku antara label rekaman dan artis atau pelaku pertunjukan lain juga dapat menentukan pembagian hak yang diterapkan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai label rekaman, silakan baca halaman Label rekaman.

Jika kamu merupakan yang memproduksi rekaman suara secara mandiri, atau yang sering disebut sebagai artis DIY, pada umumnya kamu memiliki seluruh hak atas rekaman tersebut. Oleh karena itu, kamu berhak atas seluruh pendapatan yang dihasilkan, serta dapat menerima sebagian atau seluruh porsi hak sebagai pelaku pertunjukan, kecuali apabila kamu secara khusus menyepakati untuk membagikan sebagian hak atau pendapatan tersebut kepada kolaborator lain.

Sebagai artis DIY, kamu juga akan bertanggung jawab atas berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan oleh label rekaman untuk artis yang mereka , seperti mengurus perizinan (clearing) seluruh hak dari dan , memproduksi serta mendistribusikan format fisik maupun digital, melakukan promosi dan pemasaran, serta rekaman suara kamu untuk digunakan dalam film, acara TV, dan iklan, dan lain sebagainya.

Lihat topik tentang Distribusi dan Pemasaran, Hak-hak Pencipta Musik, Pengalihan Hak dan Lisensi, dan Lingkup Perlindungan untuk mempelajari lebih detail.

Kuis

Uji pengetahuanmu tentang pembagian porsi dalam rekaman suara

Kredit Video: Amin Santosh, Parapix